Proteksi DNS Komputer Dengan DNSCrypt dari OpenDNS!

Hari ini OpenDNS resmi meluncurkan fitur barunya, DNSCrypt. Fungsi DNSCrypt adalah untuk mengenkripsi koneksi antara komputer atau tablet dengan server OpenDNS. Dengan demikian komputer/tablet kita akan lebih aman melakukan rekues ke server OpenDNS. Fitur ini sangat berguna jika kita menggunakan koneksi publik WiFi, semisal di kafe, hotel, airport, kampus, sekolah, dll.

Seperti yang kita ketahui, pada umumnya koneksi WiFi sangatlah rentan terhadap serangan, baik itu online spy, spoofing, atau serangan “Man in the Middle“. Dengan kita melakukan enkripsi rekues DNS, maka orang lain tidak akan tahu apa saja yang anda kunjungi ketika berselancar di Internet.

Sayangnya DNSCrypt untuk saat ini hanya tersedia untuk platform Mac. Tetapi developer OpenDNS berjanji akan segera merilis versi untuk Windows.

Cara instalasi DNSCrypt sangat mudah. Anda hanya tinggal mendownload dan jalankan file installernya, dan aktfikan DNSCrypt dengan mencentang pilihan “Enable OpenDNS” dan “Enable DNSCrypt”, dan DNSCrypt sudah siap untuk melakukan enkripsi DNS komputer/tablet anda!

Untuk memeriksa apakah DNSCrypt sudah berjalan di Mac anda, buka aplikasi Terminal, dan ketikkan perintah “dig http://www.yahoo.com”. Jika query nya berasal dari 127.0.0.1, maka DNSCrypt sudah berjalan dengan baik di Mac anda.

Berikut beberapa screenshot DNSCrypt:

Cara Test Proxy Server

Untuk memeriksa apakah proxy server sudah benar-benar melakukan cache, dan juga menampilkannya di browser, kita memerlukan test.

Requirement
Buka dua atau lebih web browser (misal Firefox + Internet Explorer). Setting kedua browser tersebut untuk menggunakan proxy server yang sama. Untuk tutorial bagaimana mensetting browser, silahkan lihat disini.

Cara Test
Masukkan URL http://www.lagado.com/tools/cache-test di salah satu browser dulu dan tekan enter. Berikutnya akan muncul halaman Cache Test. Perhatikan pada page serial number. Perhatikan angkanya.

Biarkan halaman ini tetap terbuka. Selanjutnya kita masukkan URL yang sama ke browser kedua, semisal IE. Setelah halaman cache test terbuka, perhatikan lagi page serial numbernya.

Jika page serial number di browser pertama dan kedua sama, maka SELAMAT! proxy server anda sukses melakukan cache :)

Mount Root Error pfSense

Hampir 2 hari saya dibuat pusing tujuh keliling oleh instalasi pfSense versi 2. Saya coba instal pfSense 2 versi 32 bit di IBM server, dengan spesifikasi Prosesor Intel Xeon, RAM 2 GB, HD 175 GB RAID 1 dengan dua DVD ROM. Hasilnya selalu muncul error “MOUNT ROOT ERROR”. Baik Google ataupun forum pfSense tidak ada solusi yang pas.

Ada yang bilang suruh rubah BIOS agar hardisk terbaca sebagai IDE, bukan SATA atau lainnya, tetapi saya tidak menemukan menu ini di BIOS IBM server :(
Yang lain bilang ini karena RAID 1 yang saya setting, tetapi ketika saya ganti menjadi RAID 0, alias tanpa RAID, si “mount-root-error” ini tetap aja eksis (mirip gerombolan poto alay di FB :D).
Moderator forum pfSense menganjurkan untuk instal melalui Flashdisk (USB), memang mount-root-error tidak muncul lagi, tapi karena Flashdisk hanya read-only, instalasi pfSense juga tidak berjalan mulus.

Iseng saya coba download pfSense 2 yang versi 64 bit, burn ke CD, dan instal. Ajaib bin aneh, instalasi berjalan mulus bak lewat jalan tol. Lancar tanpa cela! :D

Asli saya tidak tahu mengapa bisa begini :D Tapi yang jelas pfSense 2 64-bit saya sudah berjalan dengan baik di IBM Server ;)

10 Aplikasi Yang Sering Saya Pergunakan di Macbook

1. Mozilla Firefox

Walaupun Mac memiliki browser Safari, tetapi saya lebih suka menggunakan Firefox. Ini dikarenakan ada web apps yang tidak berjalan baik di Safari, semisal upload bar cPanel. Tetapi Safari adalah second choice jika saya tidak menggunakan firefox.
Info lengkap Mozilla Firefox bisa anda baca di http://www.mozilla.com/en-US/firefox/personal.html

2. Adobe Photoshop

Photoshop adalah aplikasi esensial bagi saya. Saya banyak mengguanakannya untuk mendesain layout web dan photo editing. Nothing compare to Adobe Photoshop! :)
Info lengkap Adobe Photoshop bisa anda baca di http://www.adobe.com/products/photoshop/family/

3. Panic Coda

Panic Coda adalah aplikasi yang dipergunakan untuk code editing. Sebagai web designer, saya suka menggunakan Panic Coda untuk mengelola kode HTML, CSS, JavaScript dan PHP.
Info lengkap Panic Coda silahkan baca di http://www.panic.com/coda/

4. iTunes

Saya mempergunakan iTunes untuk memutar MP3 atau film-film kualitas tinggi yang biasa saya download. Selain itu, iTunes banyak saya pergunakan untuk membeli dan mengelola aplikasi iPhone.
Baca info lengkap iTunes di http://www.apple.com/itunes/

5. iWork

iWork bagi saya adalah pengganti MS Office. Baca info lengkapnya di http://www.apple.com/iwork/

6. Mail

Selain mengakses email via iPhone, saya juga menggunakan aplikasi Mail untuk membuka account Mobile Me dan Gmail saya via MacBook. Mail juga saya pergunakan sebagai RSS Reader.
Info lengkap Mail silahkan baca di http://www.apple.com/mobileme/features/

7. Onyx

Jika di Windows PC saya suka menggunakan CCleaner, maka untuk Mac saya mengguanakan Onyx. Ya, Onyx adalah System/Disk Utilities untuk Mac, handal dan gratis seperti CCleaner.
Silahkan baca info lengkapnya di http://www.titanium.free.fr/index.html

8. Parallels Desktop

Jika saya harus menggunakan Windows untuk menjalankan aplikasi, maka saya cukup menggunakan Parallels untuk membuat virtual machine berbasis Windows. Atau jika ingin menggunakan Ubuntu, saya juga cukup mengguankan Parallels. Ya, inilah uniknya Mac, anda bisa menjalankan Mac, Windows, Ubuntu, atau OS lainnya secara bersamaan!
Baca info lengkapnya di http://www.parallels.com/products/desktop/

9. Speed Download

Jika untuk Windows anda sering menggunakan aplikasi download manager seperti IDM, Orbit Downloader, FlashGet, dll; maka untuk Mac saya memilih Speed Downloader. Tetapi dari penilaian pribadi, IDM still unbeatable :). Semoga developer IDM sudi membuat versi Mac :D.
Info lengkap Speed Downloader silahkan baca di http://www.yazsoft.com/

10. Terminal

Dulu ketika saya masih menggunakan Windows, putty adalah aplikasi SSH terfavorit saya. Di Mac, aplikasi SSH secara default sudah terinstal, namanya Terminal. Uniknya, di Terminal kita bisa membuka multi window yang setiap window memiliki theme sendiri, sehingga memudahkan kita jika harus melakukan koneksi SSH ke beberapa server secara bersamaan.
Baca info perihal Terminal ini di http://en.wikipedia.org/wiki/Apple_Terminal

Demikian 10 aplikasi yang sering saya pergunakan di keseharian ketika memakai Macbook. Bagaimana dengan anda?

Howto Install Opera on Ubuntu 9.10 Karmic Koala

This is the easiest way to install latest version of Opera browser to Ubuntu 9.10 Karmic Koala.

First of all make sure you have latest update of your Ubuntu.

Now, download Opera package from http://www.opera.com/browser/download/

Then, using Terminal, install libqt3-mt package using command “sudo apt-get install libqt3-mt”

Install Opera using command “sudo dpkg -i opera_10.10.4742.gcc4.qt3_i386.deb”

And your Opera browser ready to rock and roll!

NOTE: opera_10.10.4742.gcc4.qt3_i386.deb maybe different with your version.

Download File Rapidshare ke Linux Server Menggunakan Wget

Abstrak

Tutorial ini berguna untuk mendownload atau memindahkan file yang ada di Rapidshare.com ke server Linux kita dengan menggunakan tool wget.

Yang Dibutuhkan

1. Rapidshare Premium Account (Gratisan gak bisa jalan bung)
2. Aktifkan pengaturan Direct Download. Pengaturan ini dapat anda temui ketika login ke Premium Zone Login. Ini harus dilakukan!
3. Server Linux lokasi luar negeri (Bisa VPS ato Dedicated, harus di luar negeri karena koneksi server yang diletakkan di IIX kecepatan download mentok paling 512 Kbps, kalo lokasi luar negeri kecepatan koneksi tergantung dari network server dan datacenternya; bisa 10 Mbps, 100 Mbps ato 1 Gbps). Nyari server luar negeri murah bisa di Webhostingtalk. Saya sendiri waktu ujicoba menggunakan VPS dgn RAM 768 MB, HD 20 GB, port 100 Mbps harganya cuma $2.75!! Mantaph kan? :)
4. Wget sudah terinstall. Gunakan perintah “yum install wget” untuk linux berbasis RedHat, atau “sudo apt-get wget” untuk linux Debian.

Langkah-langkah

Pertama-tama kita buat folder untuk menyimpan cookies.

mkdir /.cookies

Command diatas akan membuat folder .cookies di root.
Kemudian ketikkan perintah:

touch /.cookies/rapidshare

Kemudian ketikkan perintah:

wget --save-cookies /.cookies/rapidshare --post-data "login=USERNAME&password=PASSWORD" -O - https://ssl.rapidshare.com/cgi-bin/premiumzone.cgi > /dev/null

Ganti USERNAME & PASSWORD dengan username dan password rapidshare premium account anda.

Ok, sekarang anda siap mendownload file dari Rapidshare. Gunakan perintah berikut:

wget -c --load-cookies /.cookies/rapidshare URL-RAPIDSHARE

Ganti URL-RAPIDSHARE dengan url file yang ingin anda download.

TUTORIAL INI SUDAH SAYA TEST SENDIRI DAN SUKSES. JIKA ANDA MENEMUKAN KENDALA, SILAHKAN ISI KOMENTAR DIBAWAH, SAYA AKAN COBA MENJAWABNYA.

Semoga bermanfaaat bagi anda.

Hasil Test Web Compression Server

Berikut adalah hasil web compression server buatan saya sendiri yang sekarang saya gunakan untuk warnet saya. Server ini tidak akan mempercepat download, hanya browsing saja, makanya saya tidak melakukan test di Speedtest.net.

Server ini bekerja dengan melakukan kompresi pada file html, css, javascript, gambar jpeg dan gif, pdf, doc, dan data teks lainnya. Hasil kompresinya bisa mencapai 80%! Dengan dikompresnya file-file diatas menjadi lebih kecil, maka diharapkan kecepatan loading bias lebih cepat.

Test menggunakan tool dari Toast.net dengan pengaturan tipe testnya menggunakan Shuttle + Text (755 Kbytes). Silahkan anda bandingkan dengan kecepatan internet anda sekarang.

1&1 Server

HostRocket Server

GoDaddy Server

FastHosts Server

EarthLink Server

ADDR Server

SCSnet Server

PowWeb Server

Microsoft Live Server

LunarPages Server

ISCG Server

Yocolo Server

Yahoo Server

Xenial Technologies Server

Toast.net (CA) Server